Entry: Insiden Pagi Hari Tuesday, December 26, 2006



“Mane die?”

“Sakit. Gusinye bengkak.”

“Kenape?”

“Tauk.”

 

Aku menyeruak masuk ruangan yang hanya berpintukan selembar kain itu, kulihat dia memang terbaring saja sambil merintih memegang mulutnya. Saat kutanya kenapa bicaranya tidak jelas. Di sela rintihannya aku hanya bisa menangkap kata-kata bego, gigi dan putih, selebihnya sama sekali tidak dapat dimengerti, tapi kuperhatikan dia kerap menunjuk giginya dan kamar mandi.

 

Sebuah pemandangan ganjil menyambut pandanganku di kamar mandi. Sebatang sikat gigi yang baru saja terpakai dan setengah bungkus kecil deterjen pemutih pakaian yang tergeletak di sebelahnya.

 

Sambil tersenyum geli, kuendus sikat gigi itu, dan, seperti dugaanku, bau deterjen mengisi lubang hidungku…

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments