Entry: Jatuh Tuesday, October 10, 2006



Tanganku menggapai-gapai, mencoba mencari pegangan.
Tak satupun yang bisa ku raih.
Dinding tebing begitu licin. Jangankan pohon, tonjolan batu saja tak ada.
Mulus dan licin.
Angin panas deras menerpa. Semakin jauh aku jatuh, semakin panas terasa.
Habislah riwatku kali ini.
Tidak ada jalan keluar.
Dinding licin semakin cepat berkelebat.
Aku pasrah, dan menutup mata.
Sampai sebuah permukaan lembut menyambut punggungku.
Aku seperti mendarat di kapas. Lembut sekali.
Aku membuka mata, seorang lelaki tampan mengulurkan tangannya, membantuku berdiri.
"Selamat datang di neraka… jangan khawatir, kamu akan disiksa di sini untuk selamanya."
Nun jauh di depan sana, aku melihat api berkobar ganas.



Dari stimulasi tanggal 9-22 Oktober 2006.

   3 comments

soktahu
October 30, 2006   11:02 AM PST
 
Ma'aciiih...
nanara
October 19, 2006   05:20 PM PDT
 
wah ... kerennnn banget ... T O P daahhhh ...
THC
October 10, 2006   09:05 PM PDT
 
wah mas.. jadi malu saya

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments