Entry: Teman Tidur Wednesday, November 08, 2006



“Bapak tahu ‘kan saya mau tidur?”
Dia mengangguk.
“Bapak tahu ‘kan besok saya harus bangun pagi?”
Dia mengangguk lagi.
“Bapak tahu ‘kan saya sudah baca doa?”
Dia masih mengangguk.
“Bapak tahu ‘kan apa fungsi Al Qur’an ini di samping tempat tidur saya?”
Dia kembali mengangguk.
“Bapak tahu ‘kan saya tidak tahu apa yang terjadi sama Bapak di sini dan saya tidak mau

tahu?”
Lagi-lagi dia mengangguk.
“Lalu kenapa Bapak masih menampakkan diri?”
Dia hanya menatap kosong. Aku pun mendengus kesal dan memaksa diri memejamkan mata. Mencoba

mengacuhkan kehadirannya yang pucat berdiri di sudut kamarku, menghisap cerutu dengan asap

tak berbau.



submitted by: riz

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments